PETIR
Disusun
oleh : Wartini
Pernyataan Umum :
Petir adalah hasil pelepasan
muatan listrik dari awan, yang begitu besar sehingga menimbulkan rerentetan
cahaya yang terang dan juga suara menggelegar yang cukup keras yang biasa
disebut sebagai Guntur, Gludug, Halilintar, atau Gledek. Petir memiliki
kekuatan yang sangat besar yang dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia
dan menghancurkan pohon. Petir
terjadi pada saat mendung atau hujan dikarenakan pada saat itu, udara
mengandung kadar air yang lebih tinggi dan menyebabkan daya isolasinya turun
dan arus mudah mengalir
Urutan Sebab - Akibat :
Petir
terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan
lainnya. Awan akan bergerak terus menerus secara teratur, dan selama
pergerakannya awan akan berinteraksi
dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi
(atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya.
Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi
pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk
mencapai kesetimbangan
Urutan Sebab - Akibat
Pada
proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada
saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan
suara. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir
juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan. Hal ini bisa dikatakan bahwa
petir merupakan loncatan muatan listrik antara awan dan bumi atau awan lainnya.
Urutan Sebab - Akibat :
Syaratan utama terjadinya
locatan muatan elektron di awan dimulai dari pergerakan angin ke atas didalam
awan Cumulus yang kuat. Kecepatan dari angin ini dilaporkan mencapai 150
km/jam. Kemudian didalam
awan, uap air berkondensasi menjadi partikel air yang lebih kecil lagi namum
partikelnya lebih stabil. Apabila
ketinggian awan Cumulus tersebut cukup tinggi, maka pergerakan angin didalam
awan tersebut dapat mempunyai suhu dibawah 0 derajat celcius. Hal ini
menyebabkan partikel air didalam awan membeku, membentuk partikel es.
Akibat
adanya gaya gravitasi, kumpulan es itu kemudian jatuh ke permukaan bumi. Kumpulan es ini kemudian terpecah membentuk es
- es yang lebih ringan dan kecil sehingga hal ini juga memecah struktur
elektron yang ada di dalamnya. Hal ini menyebabkan es yang lebih ringan tertiup
angin yang ada di dalam awan ke lapisan atas dan memiliki muatan positif. Pada
peristiwa ini terjadi pengkutuban.
Urutan Sebab - Akibat :
Rata
rata setiap petir mempunyai 4 hingga 5 jalur utama akibat ionisasi. Persiapan
pelepasan elektron melalui jalur ini membutuhkan waktu sekitar 0,01 detik,
setelah itu terjadi petir dengan waktu trasfer sekitar 0,0004 detik. Sebelum
terjadi petir selanjutnya, dibutuhkan waktu istirahat selama 0,03 – 0,005
sekon. Rata – rata kuat arus dalam petir sebesar 20ribu ampera.
Urutan Sebab - Akibat :
Ketika
kita melihat kilatan cahaya dilangit, akan terdapat jeda sebelum terdengar
gemuruh suara. Hal ini disebabkan terjadi perbedaan antara kecepatan rambat
cahaya yang sebesar 300ribu m/s.
Sehingga wajar saja ketika kilatan cahaya akan muncul terlebih dahulu
sebelum suara gerumuh.
Urutan Sebab - Akibat :
Petir sebenarya dapat diantisipasi, contohnya pada gedung - gedung bertingkat dan
menara/tower tinggi harus diberi penangkal petir yang dibuat dari logam dan
berujung runcing dan dihubungkan dengan penghantar ke tanah. Jika cuaca mendung
yang memungkinkan terjadinya petir, bagi manusia jangan berada pada tempat yang
terbuka, karena hal itu dapat memicu petir untuk menyambar tubuh manusia
tersebut. Pada perangkat elektronik seperti pesawat televisi, radio ataupun
telepon, cabut kabel antena jika cuaca mendung.
DAFTAR PUSTAKA
