Kamis, 04 Mei 2017

PETIR



PETIR
Disusun oleh : Wartini


Pernyataan Umum :
Petir adalah hasil pelepasan muatan listrik dari awan, yang begitu besar sehingga menimbulkan rerentetan cahaya yang terang dan juga suara menggelegar yang cukup keras yang biasa disebut sebagai Guntur, Gludug, Halilintar, atau Gledek. Petir memiliki kekuatan yang sangat besar yang dapat menghancurkan bangunan, membunuh manusia dan menghancurkan pohon. Petir terjadi pada saat mendung atau hujan dikarenakan pada saat itu, udara mengandung kadar air yang lebih tinggi dan menyebabkan daya isolasinya turun dan arus mudah mengalir

Urutan Sebab - Akibat : 
Petir terjadi karena ada perbedaan potensial antara awan dan bumi atau dengan awan lainnya. Awan akan bergerak terus menerus secara teratur, dan selama pergerakannya awan  akan berinteraksi dengan awan lainnya sehingga muatan negatif akan berkumpul pada salah satu sisi (atas atau bawah), sedangkan muatan positif berkumpul pada sisi sebaliknya. Jika perbedaan potensial antara awan dan bumi cukup besar, maka akan terjadi pembuangan muatan negatif (elektron) dari awan ke bumi atau sebaliknya untuk mencapai kesetimbangan

Urutan Sebab - Akibat
Pada proses pembuangan muatan ini, media yang dilalui elektron adalah udara. Pada saat elektron mampu menembus ambang batas isolasi udara inilah terjadi ledakan suara. Karena ada awan bermuatan negatif dan awan bermuatan positif, maka petir juga bisa terjadi antar awan yang berbeda muatan. Hal ini bisa dikatakan bahwa petir merupakan loncatan muatan listrik antara awan dan bumi atau awan lainnya.

Urutan Sebab - Akibat :
Syaratan utama terjadinya locatan muatan elektron di awan dimulai dari pergerakan angin ke atas didalam awan Cumulus yang kuat. Kecepatan dari angin ini dilaporkan mencapai 150 km/jam. Kemudian didalam awan, uap air berkondensasi menjadi partikel air yang lebih kecil lagi namum partikelnya lebih stabil. Apabila ketinggian awan Cumulus tersebut cukup tinggi, maka pergerakan angin didalam awan tersebut dapat mempunyai suhu dibawah 0 derajat celcius. Hal ini menyebabkan partikel air didalam awan membeku, membentuk partikel es. 

               Urutan Sebab - Akibat :
Akibat adanya gaya gravitasi, kumpulan es itu kemudian jatuh ke permukaan bumi. Kumpulan es ini kemudian terpecah membentuk es  - es yang lebih ringan dan kecil sehingga hal ini juga memecah struktur elektron yang ada di dalamnya. Hal ini menyebabkan es yang lebih ringan tertiup angin yang ada di dalam awan ke lapisan atas dan memiliki muatan positif. Pada peristiwa ini terjadi pengkutuban.


            Urutan Sebab - Akibat :
Rata rata setiap petir mempunyai 4 hingga 5 jalur utama akibat ionisasi. Persiapan pelepasan elektron melalui jalur ini membutuhkan waktu sekitar 0,01 detik, setelah itu terjadi petir dengan waktu trasfer sekitar 0,0004 detik. Sebelum terjadi petir selanjutnya, dibutuhkan waktu istirahat selama 0,03 – 0,005 sekon. Rata – rata kuat arus dalam petir sebesar 20ribu ampera.

Urutan Sebab - Akibat :
Ketika kita melihat kilatan cahaya dilangit, akan terdapat jeda sebelum terdengar gemuruh suara. Hal ini disebabkan terjadi perbedaan antara kecepatan rambat cahaya yang sebesar 300ribu m/s.  Sehingga wajar saja ketika kilatan cahaya akan muncul terlebih dahulu sebelum suara gerumuh. 

Urutan Sebab - Akibat :
Petir sebenarya dapat diantisipasi, contohnya pada gedung - gedung bertingkat dan menara/tower tinggi harus diberi penangkal petir yang dibuat dari logam dan berujung runcing dan dihubungkan dengan penghantar ke tanah. Jika cuaca mendung yang memungkinkan terjadinya petir, bagi manusia jangan berada pada tempat yang terbuka, karena hal itu dapat memicu petir untuk menyambar tubuh manusia tersebut. Pada perangkat elektronik seperti pesawat televisi, radio ataupun telepon, cabut kabel antena jika cuaca mendung.



DAFTAR PUSTAKA